Edit: sebelumnya judul artikel ini kesalahan logis, cacat logika sebenarnya lebih tepat 😉

Anda pernah mengikuti sebuah debat profesional maupun debat kecil-kecilan di dunia maya? Pasti pernah. Mungkin saja saat Anda ikut merumuskan pendapat, Anda disangkal dengan bahasa-bahasa latin nan keren semacam argumentum ad hominem oleh lawan debat? Jika belum, berarti debat Anda kurang jauh. ;p

Argumentum ad hominem adalah salah satu cacat logika (logical fallacy) paling populer, bahkan yang sering kita lakukan saat mengikuti debat mini di sebuah forum daring.

Nah .. hari ini sepertinya asik kalau saya sedikit mengulas macam-macam cacat logika dengan bahasa latinnya. Sebelumnya, sebagai sangkalan, info seputar cacat logika ini hanya untuk debat yang benar-benar logis, yang bisa dinalar dan dibuktikan dengan otak. Bila dikaitkan dengan agama, cacat logika sering atau sama sekali tidak berlaku. Oleh karena itu, sangat logis kalau agama saya melarang penganutnya untuk berdebat masalah agama.

Jadi, ini hanya untuk tambahan pengetahuan saja pak!

1. Argumentum ad antiquitatem

Hal yang sering dilakukan sebelumnya dianggap sebagai hal yang benar. Ini termasuk cacat logika yang populer.

Misalnya, untuk menginstal Windows, kita bisa meminjam CD instalasi Windows dari rental CD dan menginstalnya dengan bantuan crack atau serial number yang sudah disediakan.

2. Argumentum ad hominem

Saya jamin, cacat logika ini sering kita dengar dan mungkin kita lakukan. Argumentum ad hominem merupakan pendapat yang menyerang kepribadian orang atau motif orang alih-alih menyerang ide atau gagasannya.

Misalnya, ide bu menteri untuk meledakkan kapal-kapal pencuri ikan adalah hal yang konyol dan bodoh karena dia hanya lulusan SMP.

3. Argumentum ad ignoratium

Ketika ada orang yang membenarkan sesuatu karena sesuatu itu belum terbukti keberadaannya, maka ia telah melakukan cacat logika ini.

Misalnya, ketika guru mengatakan di depan kelas, “karena tidak ada yang bertanya mengenai materi tadi, besok kita ujian.”

4. Argumentum ad logicam

Sedikit berhubungan dengan cacat logika sebelumnya, argumentum ad logicam adalah anggapan bahwa sesuatu itu salah karena hal yang menyebabkan sesuatu itu salah.

Misalnya, presiden Sukarno hebat karena telah mengurangi depresi masyarakat Indonesia.

Presiden mengurangi depresi masyarakat Indonesia? Belum tentu. Namun tidak berarti pernyataan “presiden Sukarno hebat” salah.

5. Argumentum ad misericordiam

Ketika ada orang yang memaksakan kebenarannya dengan rasa kasihan, maka dia telah melakukan cacat logika ini.

Misalnya, ketika ibu Miriam menyalahkan tindakan gegabah para Avengers atas meninggalnya sang anak akibat pertempuran Avengers dengan kelompok Crossbones.

6. Argumentum ad nauseam

Cacat logika ini terjadi saat sebuah argumen yang belum tentu benar atau bahkan salah, yang selalu diulang-ulang, sehingga akan dianggap benar secara otomatis. Atau argumen yang sudah benar, tapi terus diulang-ulang sehingga menutupi objek debat sebenarnya.

Misalnya, anggapan bahwa global warming itu tidak ada dan hanya akal-akalan.

7. Argumentum ad numerum

Cacat logika bisa timbul saat seseorang berusaha membuktikan kebenaran argumennya dengan cara menunjukkan jumlah orang yang percaya dengan argumennya.

Misalnya, pernyataan “paling tidak ada 70 persen masyarakat yang muak dengan presidennya.”

8. Argumentum ad populum

Kesalahan logis ini identik dengan argumentum ad numerum, yang berusaha membuktikan bahwa masyarakat umum setuju dengan kita.

9. Argumentum ad verecundiam

Kesalahan logis yang konyol. Argumentum ad verecundiam akan aktif ketika kita ingin membuktikan sesuatu dengan cara mengutip pernyataan seseorang yang tidak ahli di bidangnya.

Misalnya, “Pemanasan global tidak benar, menurut Kak Seto, pencairan di beberapa titik di benua Antartika adalah hal normal, yang akan pulih sekitar delapan bulan sekali.”

10. Dll

Dan masih banyak lagi, yang akan saya teruskan di sela waktu-waktu tertentu.

Referensi:

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s