Perjalanan Peramban Favorit, dari Opera Sampai Pale Moon

Selamat datang Pale Moon!

Beberapa hari terakhir ini, saya resmi menjadi pengguna Pale Moon, setelah cukup lama menggunakan Firefox. Kasus ini mirip seperti saat saya meninggalkan Opera dan beralih ke Firefox.

Dulu, Pale Moon sempat saya coba ketika mencari peramban favorit baru pengganti Opera. Namun, karena beberapa hal saya putuskan untuk beralih ke Firefox. Beberapa tahun kemudian, saya mulai tidak menyukai Firefox, dan — terima kasih kepada pak foxy — saya diingatkan kembali dengan Pale Moon. 🙂 Continue reading “Perjalanan Peramban Favorit, dari Opera Sampai Pale Moon”

Mengaktifkan USB Card Reader Realtek di Kernel Linux

Mengaktifkan USB Card Reader Realtek di Kernel Linux

Sudah “tak zaman” mengatur konfigurasi kernel secara manual, tapi siapa peduli?

Saya menggunakan laptop MSI CR41 dengan USB Card Reader Realtek, bagaimana cara saya mengaktifkan peranti untuk membaca card reader ini?

Berikut bukti saya memiliki USB Card Reader Realtek:

$ lsusb | grep -i "card reader"
Bus 001 Device 003: ID 0bda:0139 Realtek Semiconductor Corp. RTS5139 Card Reader Controller

Untuk mengaktifkannya, kita perlu mengaktifkan konfigurasi MFD_RTSX_USB dan MMC_REALTEK_USB. Silakan kunjungi direktori /usr/src/linux lalu jalankan make menuconfig.

Aktifkan MFD_RTSX_USB di:

Device Drivers --->
       Multifunction Device Drivers --->
                  <M> Realtek USB Card Reader

Kemudian aktifkan MMC_REALTEK_USB:

Device Drivers --->
       MMC/SD/SDIO Card Support --->
                <M> Realtek USB SD/MMC Card Interface Reader

Silakan compile ulang kernel Anda. Jika kompilasi berhasil, Anda akan mempunyai modul kernel baru; mfd-core, rtsx_usb, dan rtsx_usb_sdmmc..

CC      drivers/mfd/mfd-core.mod.o
LD [M]  drivers/mfd/mfd-core.ko
CC      drivers/mfd/rtsx_usb.mod.o
LD [M]  drivers/mfd/rtsx_usb.ko
CC      drivers/mmc/host/rtsx_usb_sdmmc.mod.o
LD [M]  drivers/mmc/host/rtsx_usb_sdmmc.ko

Walaa Anda telah berhasil mengaktifkan peranti tersebut! 😉

Setop Kagumi Orang Lain, Fokuslah pada Kemampuan dan Kekerenan Diri

Saya punya teman yang mempunyai sifat negatif. Misalnya, lihat video orang bermain alat musik, jago, dia bilang, “keren, coba kalau bisa gitu, blabla…​.” Lihat video olahraga ekstrem, dia juga bilang, “keren coy kalau bisa gitu.” Lihat video keren lain, dia akan terus mengatakan hal serupa.

Oke, mungkin contoh yang saya sampaikan masih terasa wajar dan belum menunjukkan sisi negatif. Namun …​

Bagi saya sebagai pendengar, rasa sebal selalu muncul tiba-tiba layaknya saat teman saya tiba-tiba mengagumi orang-orang yang ia lihat lewat video dan ingin melakukan hal sama. Mengapa dia tidak fokus saja dengan apa yang dia lakukan? Mengapa ia begitu peduli, ingin apapun yang ia lihat melalui mata kepala sendiri?

Saya tidak menyampaikan bahwa kagum dengan seseorang itu tidak boleh. Jelas boleh! Siapa yang ingin melawan kemanusiawian manusia? Namun, saya ingin melawan rasa kagum dengan apapun di mana si pengagum belum tentu (atau yakin) bisa melakukan hal serupa dan sebenarnya ia sudah melakukan hal hebat miliknya sendiri.

Pertama kali, ego saya merasa bahwa saya merupakan satu-satunya orang yang memiliki rasa sebal seperti itu. Ternyata tidak, beberapa hari yang lalu, salah satu tulisan Boris Veldhuijen di TheNextWeb secara tidak langsung mengiyakan tulisan saya hari ini.

Di tulisan berjudul Stop Coveting The Skilss You Don’t Have, Boris ditegur oleh manajernya gara-gara ia kagum/iri dengan rekannya yang mempresentasikan dokumen Microsoft Word dengan sangat rapi dan apik, yang sebetulnya dia tidak bisa melakukannya.

Jadi, seperti yang saya bilang tadi. Saya tidak melawan sisi kemanusiawian, tapi ada hal urgen yang harus kita prioritaskan: fokus pada kemampuan dan kekerenan diri sendiri. Jangan biarkan kekagumanmu akan sesuatu justru menghapus kemampuan dan kekerenanmu.

Vim Stuck di Slackware

Di Slackware 14.2, saya sempat merasakan stuck pada Vim. Masalah ini terlihat ketika saya membuka vim via terminal, editor teks ini sama sekali tidak terbuka. Stuck, freeze, atau beku.

Untuk menutup vim-yang-stuck ini tidak cukup mengandalkan Ctrl+C, saya harus menutup terminal atau membunuhnya dengan kill -9 $(pidof vim).

Ternyata ini memang salah satu bug pada gpm. Baca bugzilla RedHat ini.

Jadi, untuk menyelesaikan masalah Vim yang stuck, saya harus membunuh gpm terlebih dulu.

$ sudo kill $(pidof gpm)

Cara Alihkan Proyek Git ke Fossil (Chisel)

Cara Alihkan Proyek Git ke Fossil (Chisel)

Iseng-iseng, saya mencoba untuk mengalihkan repositori dotfiles git saya ke Fossil di Chisel.

1. Daftar akun di chiselapp.com, lalu buat repositori baru

2. Ekspor dulu proyek git ke fossil

$ cd dotfiles
$ git fast-export --all | fossil import --git dotfiles.fossil

3. Buka dotfiles.fossil lalu masukkan remote-url repositori chiselapp.com

$ fossil open dotfiles.fossil
$ fossil remote-url https://ramdziana@chiselapp.com/user/ramdziana/repository/dotfiles

4. Sesuaikan project-code repositori lokal dengan repositori Chisel

Lihat project-code di Chisel, dengan cara masuk ke repositori, lalu menu Admin, lalu ke SQL (http://chiselapp.com/user/ramdziana/repository/dotfiles/admin_sql).

Jalankan,

SELECT * FROM config WHERE name = 'project-code';

Setelah menyalin project-code, masuk ke repositori lokal,

$ cd dotfiles
$ fossil sql -R dotfiles.fossil

Ganti project-code lokal dengan project-code yang sudah disalin tadi,

UPDATE config SET value = 'project-code-yang-disalin' WHERE name = 'project-code';

5. Sinkronkan repositori di Chisel dengan repositori lokal

$ fossil sync

Macam-Macam Kesalahan Logis (Logical Fallacy)

Macam-Macam Kesalahan Logis (Logical Fallacy)

Anda pernah mengikuti sebuah debat profesional maupun debat kecil-kecilan di dunia maya? Pasti pernah. Mungkin saja saat Anda ikut merumuskan pendapat, Anda disangkal dengan bahasa-bahasa latin nan keren semacam argumentum ad hominem oleh lawan debat? Jika belum, berarti debat Anda kurang jauh. ;p

Argumentum ad hominem adalah salah satu kesalahan logis (logical fallacy) paling populer, bahkan yang sering kita lakukan saat mengikuti debat mini di sebuah forum daring.

Nah .. hari ini sepertinya asik kalau saya sedikit mengulas macam-macam kesalahan logis dengan bahasa latinnya. Sebelumnya, sebagai sangkalan, info seputar kesalahan logis ini hanya untuk debat yang benar-benar logis, yang bisa dinalar dan dibuktikan dengan otak. Bila dikaitkan dengan agama, kesalahan logis sering atau sama sekali tidak berlaku. Oleh karena itu, sangat logis kalau agama saya melarang penganutnya untuk berdebat masalah agama.

Jadi, ini hanya untuk tambahan pengetahuan saja pak!

1. Argumentum ad antiquitatem

Hal yang sering dilakukan sebelumnya dianggap sebagai hal yang benar. Ini termasuk kesalahan logis yang populer.

Misalnya, untuk menginstal Windows, kita bisa meminjam CD instalasi Windows dari rental CD dan menginstalnya dengan bantuan crack atau serial number yang sudah disediakan.

2. Argumentum ad hominem

Saya jamin, kesalahan logis ini sering kita dengar dan mungkin kita lakukan. Argumentum ad hominem merupakan pendapat yang menyerang kepribadian orang atau motif orang alih-alih menyerang ide atau gagasannya.

Misalnya, ide bu menteri untuk meledakkan kapal-kapal pencuri ikan adalah hal yang konyol dan bodoh karena dia hanya lulusan SMP.

3. Argumentum ad ignoratium

Ketika ada orang yang membenarkan sesuatu karena sesuatu itu belum terbukti keberadaannya, maka ia telah melakukan kesalahan logis ini.

Misalnya, ketika guru mengatakan di depan kelas, “karena tidak ada yang bertanya mengenai materi tadi, besok kita ujian.”

4. Argumentum ad logicam

Sedikit berhubungan dengan kesalahan logis sebelumnya, argumentum ad logicam adalah anggapan bahwa sesuatu itu salah karena hal yang menyebabkan sesuatu itu salah.

Misalnya, presiden Sukarno hebat karena telah mengurangi depresi masyarakat Indonesia.

Presiden mengurangi depresi masyarakat Indonesia? Belum tentu. Namun tidak berarti pernyataan “presiden Sukarno hebat” salah.

5. Argumentum ad misericordiam

Ketika ada orang yang memaksakan kebenarannya dengan rasa kasihan, maka dia telah melakukan kesalahan logis ini.

Misalnya, ketika ibu Miriam menyalahkan tindakan gegabah para Avengers atas meninggalnya sang anak akibat pertempuran Avengers dengan kelompok Crossbones.

6. Argumentum ad nauseam

Kesalahan logis ini terjadi saat sebuah argumen yang belum tentu benar atau bahkan salah, yang selalu diulang-ulang, sehingga akan dianggap benar secara otomatis. Atau argumen yang sudah benar, tapi terus diulang-ulang sehingga menutupi objek debat sebenarnya.

Misalnya, anggapan bahwa global warming itu tidak ada dan hanya akal-akalan.

7. Argumentum ad numerum

Kesalahan logis bisa timbul saat seseorang berusaha membuktikan kebenaran argumennya dengan cara menunjukkan jumlah orang yang percaya dengan argumennya.

Misalnya, pernyataan “paling tidak ada 70 persen masyarakat yang muak dengan presidennya.”

8. Argumentum ad populum

Kesalahan logis ini identik dengan argumentum ad numerum, yang berusaha membuktikan bahwa masyarakat umum setuju dengan kita.

9. Argumentum ad verecundiam

Kesalahan logis yang konyol. Argumentum ad verecundiam akan aktif ketika kita ingin membuktikan sesuatu dengan cara mengutip pernyataan seseorang yang tidak ahli di bidangnya.

Misalnya, “Pemanasan global tidak benar, menurut Kak Seto, pencairan di beberapa titik di benua Antartika adalah hal normal, yang akan pulih sekitar delapan bulan sekali.”

10. Dll

Dan masih banyak lagi, yang akan saya teruskan di sela waktu-waktu tertentu.

Referensi:

Mengapa Jarang Muncul di Grup Chatting?

Mengapa Jarang Muncul di Grup Chatting?

Kalau dibilang, saya termasuk orang yang jarang bicara di grup chat, bahkan di grup bertemakan hal yang super saya sukai.

Misalnya di grup Telegram Belajar GNU/Linux Indonesia (BGLI), setiap statistik yang di generate oleh combot, saya jarang sekali masuk 30 besar orang yang berbincang di grup tersebut.

Berikut tangkapan layar statistik grup Telegram BGLI tanggal 28 September 2016 jam 18:05 WIB.

Statistik grup BGLI
Statistik grup BGLI via Combot

Saya jarang masuk daftar atas. Mengapa begitu?

1. Tidak punya waktu

Bukan sombong. Sekitar 16 jam setiap hari, saya “berprofesi” sebagai penjual di sebuah warung kelontong atau kios yang ada di rumah saya sendiri. Nah, “ruang kerja” saya tepat di samping etalase kios.

Untuk menulis satu kabar di situs Kabar Linux saja butuh perjuangan yang sangat keras karena trafik di kios orang tua saya memang cukup ramai. Tetangga, penghuni kos, orang-orang lewat, pun mampir sekadarnya untuk membeli permen hingga bahan-bahan sembako. Sehingga ide penulisan harus saya kunci rapat, karena setiap kata/kalimat yang saya tulis, selalu saja “diganggu” oleh para pembeli.

Apalagi kalau tema tulisan yang hendak saya terbitkan belum saya kuasai sepenuhnya. Saya harus belajar, membaca dan membaca, mencari referensi, hingga saya paham dengan apa yang saya sedang/akan tulis.

Ikut berbincang di grup chat? Sudah tidak ada waktu lagi.

2. Cenderung menyendiri

Saya adalah orang ambivert, tapi lebih condong ke introvert. Berbincang terlalu lama dalam sebuah forum adalah hal yang melelahkan. Saya lebih suka mengulik sendiri dengan hal-hal yang saya sukai.

Walaupun dunia daring, bagi saya, itu sudah sangat ramai. Orang-orang mengetik (typing…) setiap saat, orang-orang menulis sesuatu di grup setiap detik, yang lain menanggapi, dan terus berulang. Begitu ribut bukan? (Saya paham tentang notifikasi, tapi bukan itu yang saya maksud).

Saya tidak menghindari “keributan” ini, kalau ada bahasan yang menurut saya menarik, saya pasti ikut berdiskusi. Tetapi bila diskusi sudah ditutup dan ada diskusi lain yang masuk, saya undur diri.

Ini tidak hanya terjadi di grup Telegram bertema Linux, grup WhatsApp alumni sekolah saja, saya jarang muncul.

3. Tidak suka aplikasi chatting

Kalau saya diberi pilihan antara aplikasi chatting atau forum, saya akan lebih memilih forum.

Aplikasi chatting yang mengusung sistem realtime terasa meributkan (silakan baca poin 2 di atas). Saya lebih sering mengunjungi diskusi di Reddit, grup Facebook, forum VoidLinux, forum Gentoo, laman pull request/issue dalam sebuah proyek GitHub, dibandingkan berbincang via kanal IRC #VoidLinux, #Gentoo, dan #silakan_masukkan_kanal_favorit_anda.

Saya pun lebih sering jadi Pembaca Senyap (Silent Reader) di grup-grup chatting yang saya ikuti.

Penutup

Sedikit cuapcuap hari ini hanya untuk mengeluarkan beban pikiran saya. Bisa saja bermanfaat — bagi yang ngepoin saya dan yang ingin bacaan ringan — bisa saja tidak bermanfaat bagi yang memang beranggapan bahasan ini tidak menarik. 😇 😇

Isi Survei DuckDuckGo Demi Konten Tentang Privasi

Isi Survei DuckDuckGo Demi Konten Tentang Privasi

Saya termasuk pengguna efektif mesin pencari DuckDuckGo (DDG) sejak tahun 2014 lalu. Jadi saya pasti tertarik dengan perkembangan mesin pencari penjaga privasi ini.

Hari ini, melalui Reddit.com, diberitahukan bahwa DDG sedang sibuk mengumpulkan survei yang berhubungan dengan privasi. Kalau saya perhatikan, DDG memang sedang mengumpulkan “dukungan” untuk menyediakan konten yang fokus pada privasi; dari teori hingga praktek. Misalnya, penjelasan mengenai TOR, VPN, bagaimana cara korporasi memanfaatkan “kepribadian” penggunanya, mengapa iklan selalu tahu apa yang dimau pengguna, dan sebagainya.

Bahasan privasi itu sangat luas! Oleh karena itu, saya hormati keputusan tim DDG untuk menyediakan konten yang berorientasi pada privasi.

Sedikit mengingat tulisan saya di Kompasiana, penyelewengan privasi yang bisa kita temukan dengan mudah adalah iklan. Di Amerika Serikat, masalah ini menimbulkan kemunculan media sosial baru seperti Ello atau TPO (The People Operator).

Namun, di Indonesia, apakah privasi itu penting? Antara iya dan tidak. Idealnya, privasi itu penting. Tapi itu kembali lagi ke orang-orang untuk menjawab pertanyaan tersebut. Ngomong-ngomong saya termasuk pengguna ponsel pintar, yang notabene adalah gawai pembuka tabir privasi paling populer.

Kembali ke DDG, bagi yang ingin ikut mengisi surveinya bisa menuju ke tautan: https://www.surveymonkey.com/r/T7J2H2R.